Kumpulan Berita, Gambar, Video dan Info Unik Lucu Terbaru serta Kejadian aneh tapi nyata di Dunia

Saturday, December 9, 2017

Waspadalah jika Usia Sudah Menginjak 40 Tahun!

Semua manusia tidak dapat mengetahui sampai kapan ia akan hidup. Allah Ta'ala memberikan usia hingga 63 tahun kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Banyak yang mengatakan ketika manusia di zaman Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan setelahnya diberi umur lebih dari 63 tahun oleh Allah Ta'ala, berarti Dia sudah memberikan bonus umur.

Lalu, apa yang kamu pikirkan ketika usiamu sudah menginjak 40 tahun? Apakah kamu masih ingin menikmati hingar bingar dunia atau kamu akan lebih sadar dan lebih bertakwa kepada Allah Ta'ala?
Ilustrasi umur 40 tahunan / gambar via pixabay

Inilah Mengapa Kamu Perlu Waspada ketika Usia Sudah Menginjak 40 Tahun!

Usia 40 tahun dapat dikatakan usia yang paling dewasa dijalani oleh manusia. Manusia telah benar-benar meninggalkan masa mudanya. Banyak yang tidak menyadari bahwa usia 40 tahun dibahas di dalam Al Qur'an.

Dalam Al Qur'an surat Al Ahqaf ayat 15, Allah Ta'ala berfirman, "Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo'a, "Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang sholeh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim"."

Dalam surat ini, dijelaskan bahwa mereka yang sudah menginjak usia 40 tahun atau lebih telah menerima nikmat yang sempurna, memiliki keluarga yang harmonis. Mereka cenderung untuk beramal yang positif dan cenderung bertaubat kembali kepada Allah Ta'ala. 

Usia 40 tahun adalah usia yang matang untuk bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, serta melihat sesuati dengan penuh hikmah dan ketelitian.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diutus oleh Allah Ta'ala juga di usia 40 tahun. Maka tak heran jika untuk menjadi kepala negara atau jabatan pemimpin mensyaratkan telah berusia 40 tahun.

Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah, usia manusia dikategorikan menjadi empat periode, diantaranya usia anak-anak yaitu sejak lahir hingga akil baligh, usia pemuda yaitu sejak akil baligh hingga 40 tahun, dewasa yaitu usia 40 hingga 60 tahun, dan tua yaitu usia 60 tahun ke atas.

Orang yang telah menginjak usia 40 tahun layaknya orang yang kembali ke fitrah. Mereka lebih tertarik memperbaiki agama dan ibadahnya, lebih rajin ibadah wajib maupun sunnah, menutup aurat, serta memperdalam ilmu agama.

Bisa dikatakan usia 40 tahun sudah masuk dalam usia senja. Sayangnya, masih ada yang sudah menginjak usia 40 tahun namun belum sadar akan agama. Padahal, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menunjukkan keistimewaan orang yang telah memasuki usia 40 tahun dalam sebuah hadits.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah Ta'ala akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya)." (HR. Ahmad)

Meski begitu, berubah untuk menjadi lebih baik janganlah ditunda. Segeralah perbaiki diri, carilah bekal akhirat sebanyak-banyaknya dengan amalan sholeh. Tidak semua orang diberi kenikmatan panjang usia.

Ingat, kematian bisa datang kapan saja tanpa menunggu usia 40 tahun. Oleh karena itu, gunakan sisa usia ini untuk melakukan amalan-amalan yang baik agar tidak menyesal di kehidupan nanti.

Tahan Air Matamu! Inilah Kisah Mengharuskan Gadis Jepang yang Harus Hidup Mandiri sejak Umur 5 Tahun

Apa yang kamu lakukan saat umurmu masih 5 tahun? Tentu kebanyakan adalah bermain. Sekolah pun diisi dengan kegiatan belajar sambil bermain agar tidak mudah bosan.

Anak umur 5 tahun juga belum mengenal tanggung jawab. Melayani dirinya sendiri seperti makan dan mandi sendiri pun belum bisa dilakukan dengan sempurna, masih perlu bantuan orang dewasa. Tapi, berbeda dengan gadis 5 tahun asal Jepang ini. Ia bahkan menguasai beberapa tugas rumah tangga! Beginilah kisah hidupnya hingga ia harus mengurus rumah tangganya sendiri.
Hana ketika memasak / Gambar via japanbullet.com

Kisah Mengharuskan Gadis Kecil Asal Jepang ini Membuat Air Mata tak Terbendung!

Gadis ini bernama Hana Yasutake. Sejak umur 5 tahun, putri semata wayang dari pasangan Shigo Yasutake dan Chie ini sudah menguasai kegiatan rumah seperti memasak dan membereskan rumah.

Chie menderita kanker dan sudah terdeteksi sebelum menikah. Namun, Shigo bersikeras untuk tetap menikah dengan Chie. Ia ingin menemani Chie di saat senang maupun susah. Akhirnya, mereka berdua menikah di tahun 2000.

Tiga tahun kemudian, Chie dinyatakan hamil. Kabar itu tentu sangat menggembirakan bagi pasangan ini. Terlebih, dokter juga menyatakan bahwa kanker yang diidap Chie sudah sembuh, namun kanker dapat datang kembali kapan saja.

Di tahun 2003, Hana lahir. Semua tampak normal dan baik-baik saja. Sayangnya, ketika usia Hana menginjak sembilan bulan, kanker yang diidap Chie datang kembali. Chie memutar otak bagaimana caranya agar Hana dapat mandiri meski tanpa dirinya.

Di umur Hana yang baru 4 tahun, ia sudah dilatih untuk memotong sayur dengan pisau hingga memasak sup miso. Chie juga membekali Hana cara-cara mengurus rumah tangga, seperti mencuci baju dan merapikan rumah. Karena keuletan Chie dalam mendidik Hana, akhirnya Hana kecil sudah dapat menguasai beberapa masakan seperti sup miso, nasi merah, dan natto.

Pengalaman Chie mengajari Hana dituangkan dalam tulisan. Ia menuliskannya di blog pribadinya. Hingga di tahun 2008, Chie menulis tulisan terakhirnya sebelum meninggal dunia, "Aku ingin supaya anakku bisa melakukan banyak hal sendirian, karena aku akan tetap mati walau aku terkena kanker atau tidak."

Kemudian, pada 11 Juli 2008 Chie menghembuskan nafas terakhirnya di usia 33 tahun. Tentu saja Shigo dan Hana sangat terpukul. Namun, Shigo salut kepada Hana yang begitu tegar dan mandiri, tidak pernah menyusahkan orang lain.

Empat tahun setelah kepergian Chie, tepatnya di tahun 2012 Shigo dan Hana mengumpulkan tulisan Chie di blog dan membuatnya menjadi sebuah buku dengan judul "Hana Chan No Miso Shiru". Tulisan di buku ini kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama pada tahun 2015 dan meraih box office di Jepang.

Yang lebih mengharuskan lagi, ketika diwawancara di salah satu stasiun TV Jepang, Hana mengatakan, "Aku ingin memberitahu ibu bahwa sekarang aku bisa membuat bento lengkap seorang diri, bahkan saat ini aku sudah tidak menangis lagi."

Sungguh mengharukan kisah hidup Hana dan keluarganya ini. Dapat menjadi pelajaran berharga bahwa tidak perlu menunggu umur untuk anak belajar mandiri. Jika dididik dengan benar, anak akan tumbuh menjadi manusia yang baik.

Friday, December 8, 2017

Ternyata Sejak Kecil Kita sering Melakukan Dosa Kepada Hewan loh! Ini Buktinya!

Anak kecil memang polos dan lugu. Polah tingkahnya terkadang tidak hanya ia tujuka pada manusia, tapi juga pada hewan. Meski anak kecil takut pada beberapa hewan, tapi tak sedikit pula yang menyukai hewan.

Kesukaan anak kecil terhadap hewan terkadang kelewatan. Mungkin bagi anak-anak menunjukkan kasih sayangnya dengan hal tersebut, tapi justru malah menakuti hewan. Kamu pasti juga pernah melakukan dosa-dosa ini pada hewan, nggak percaya? Ini buktinya!

Inilah Dosa yang sering Kita Lakukan Dulu Terhadap Hewan:
  1. Menginjak Ekor Kucing

    Biasanya anak-anak gemas dengan hewan berbulu ini. Ketika mereka sedang makan, kucing-kucing akan mengerubungi mereka berharap meminta makan. Dan sudah kebiasaan kucing menggerakkan ekornya ke kanan dan ke kiri.
    Ini reaksi kucing kalau kamu injak ekornya / Gambar via unsplash.com
    Mungkin niat anak kecil ini baik, agar ekor kucing tidak bergerak-gerak lagi. Akhirnya diinjaklah ekornya dengan kencang dan alhasil si kucing lari karena kesakitan.
  2. Mengacaukan Barisan Semut

    Barisan semut / Gambar via pixabay.com
    Semut memang terkenal sangat rapi dan teratur ketika berbaris, bahkan jalannya pun hampir rapat tanpa rongga. Nah, kelakuan anak kecil selanjutnya ini yang bikin gemas adalah mengacaukannya dengan menginjak, menyiram air, menutupi barisan, bahkan ada yang menghapus jejak sehingga semut kebingungan.
  3. Mengocok Ikan di Plastik

    Ikan hias / Gambar via unsplash.com
    Pasti nggak asing dengan penjual ikan yang ada di depan sekolah-sekolah seperti TK dan SD. Ikan-ikan yang dijual biasanya dimasukkan ke dalam plastik. Nah, tertariklah anak-anak membelinya. Tujuan utama sebenarnya bukan untuk dipelihara, tapi untuk dikocok dan melihat apakah ikan akan mati.
  4. Menghancurkan Sarang Laba-laba

    Sarnag laba-laba / Gambar via pixabay.com
    Mungkin anak-anak penasaran dengan seberapa kuatnya jaring laba-laba seperti dalam film Spiderman. Sayangnya, ini adalah dunia nyata, yang mana jaring laba-laba tidak sekuat yang ada di film Spiderman. Ketika dihancurkan, ya hancur sudah sarang laba-laba tersebut.
Itulah dosa yang anak-anak lakukan tanpa sadar. Kamu pernah melakukan yang mana?

Jangan Diabaikan! Jangan Kenakan Alas Kaki ketika di Pekuburan!

Apa yang terbersit di pikiran kamu ketika berada di pekuburan? Kebanyakan orang mungkin akan menjawab pekuburan adalah suatu tempat yang menyeramkan, jika salah ucap atau perbuatan bisa saja mendapat celaka. Meskipun pekuburan diperuntukkan untuk orang yang sudah meninggal, tapi haruslah kita menghormati mereka yang sudah pergi mendahului kita tersebut.

Selain hal tersebut, tahukah bahwa ketika berada di area pekuburan kita harus melepaskan alas kaki? Hal ini tidak boleh diabaikan, jika di area pekuburan terdapat duri atau yang dapat membahayakan kaki, boleh dikenakan. Lantas, mengapa melepas alas kaki di pekuburan sangat penting? Inilah jawabannya!
Kuburan / gambar via jv.wikipedia.org

 Inilah Alasan Mengapa Diharuskan Melepas Alas Kaki di Area Pekuburan

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah dalam al Mughni (2/224) berkata: "Melepas sandal (alas kaki) saat memasuki area pekuburan adalah sunnah."

Diriwayatkan oleh Basyir bin al Khashashiyyah, beliau berkata: "Ketika aku menyertai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, ada seorang laki-laki yang berjalan di kuburan dengan memakai dua sandal, kemudian beliau berkata, "Wahai orang yang memakai dua sandal, lepaskanlah dua sandalmu!." Maka laki-laki tersebut melihat (baca: menoleh), dan saat dia mengetahui (bahwa yang memanggilnya adalah) Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, maka dia pun melepas dan meletakkan kedua sandalnya tersebut." (HR Abu Dawud)

Hadits tersebut dinyatakan shahih. Mayoritas ulama menganggap larangan dalam hadits tersebut haram. Namun, pendapat yang paling kuat adalah mengatakan makruh, karena tujuan dilepasnya alas kaki adalah untuk menghormati jenazah yang sudah dikubur di pekuburan.

Karena shahihnya hadits ini, sudah selayaknya kita mengamalkan dan menghidupkan sunnah ini. Karena kian banyak yang menganggap sepele larangan ini.

Mengantarkan jenazah dari rumah hingga selesai pemakanan adalah amal sholeh yang banyak pahalanya. Tapi, perlu diperhatikan bahwa jenazah perlu juga dihormati. Bukan hal terpuji ketika mengantar jenazah, kita yang masih hidup malah berbincang-bincang dan bergurau, baik ketika jenazah sudah dibawa menuju pekuburan maupun saat menunggu jenazah.

Qois bin Abbad berkata, "Para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak menyukai mengangkat suara dalam jenazah." (HR Baihaqi)

Jadi, tetaplah bersikap sopan dan menghormati jenazah serta pekuburannya.
 
Atas